Tujuan utama berkhitan bagi pria adalah membersihkan diri dari berbagai kotoran serta penyebab penyakit yang mungkin melekat pada ujung penis yang masih ada kulupnya. Ketika bersunat, kulup yang menutupi jalan keluar urin dibuang, sehingga kemungkinan kotoran untuk menempel atau berkumpul lebih kecil Ini karena penis lebih mudah dibersihkan.
Karena itu, dengan khitan dapat menghindari timbulnya berbagai penyakit. Seperti penyakit fimosis, parafimosis, kandidiasis, serta tumor ganas dan praganas pada daerah alat kelamin laki laki . Bahkan terbukti penis laki laki yang disunat lebih higienis. Sehingga di masa tuanya kelak lebih mudah merawatnya. Selain jadi lebih sensitif, tidak mudah lecet, dan terkena iritasi.
Bagi yang tidak pernah bcrkhitan akan rawan terjangkiti penyakit kanker penis dengan gejala luka pada penis, luka terbuka pada penis, dan terasa nyeri hingga terjadi pendarahan. Biasanya gejala terakhir terjadi untuk penderita stadium lanjut. Ciri lain adalah tampak luka yang menyerupai jerawat atau kutil pada penis
Untuk pcngobatannya sangat bervariasi, tergantung pada lokasi dan beratnya penyakit. Cara pertama adalah jKncktomi atau pemotongan, bisa sebagian bisa juga total Sebagai ilustrasi, jika panjang penis 10cm dan yang terkena kanker hanya ujung penisnya, maka panjang penis bisa dipotong-2 3cm Tapi, jika yang kena kanker tiga perempat panjang penis, apa boleh buat penisnya bisa dipotong habis.
Karena itu secara higienis, pria yang dikhitan lebih baik dan bersih sehingga pada masa tuanya juga lebih mudah merawat pada bagian tersebut. Apalagi secara seksualitas akan lebih menguntungkan karena lebih bersih, tidak mudah lccet/iritasi, dan juga terhindar dari ejakulasi dini Khitanan juga dapat mencegah penumpukan smcgma, yaitu kotoran yang lengket berwarna putih dan berbau tak sedap yang berasal dari lemak yang diproduksi tubuh yang bercampur bakteri dan sisa-sisa urin.
Dengan berkhitan dapat mengurangi sisa-sisa kotoran di sekitar kepala penis dan lipatan kulit yang agak sempit. Smcgma pada penis tidak berbahaya bagi pria, namun justru berbahaya bagi wanita yang melakukan hubungan intim dengan pria tersebut. Data dalam sebuah jurnal kesehatan menyebutkan, kotoran smcgma dapat mengakibatkan gangguan pada rahim pasangannya. Kotoran tersebut dapat merangsang terjadinya radang dan infeksi mulut rahim.
Sumber: http://bataviase.co.id
Karena itu, dengan khitan dapat menghindari timbulnya berbagai penyakit. Seperti penyakit fimosis, parafimosis, kandidiasis, serta tumor ganas dan praganas pada daerah alat kelamin laki laki . Bahkan terbukti penis laki laki yang disunat lebih higienis. Sehingga di masa tuanya kelak lebih mudah merawatnya. Selain jadi lebih sensitif, tidak mudah lecet, dan terkena iritasi.
Bagi yang tidak pernah bcrkhitan akan rawan terjangkiti penyakit kanker penis dengan gejala luka pada penis, luka terbuka pada penis, dan terasa nyeri hingga terjadi pendarahan. Biasanya gejala terakhir terjadi untuk penderita stadium lanjut. Ciri lain adalah tampak luka yang menyerupai jerawat atau kutil pada penis
Untuk pcngobatannya sangat bervariasi, tergantung pada lokasi dan beratnya penyakit. Cara pertama adalah jKncktomi atau pemotongan, bisa sebagian bisa juga total Sebagai ilustrasi, jika panjang penis 10cm dan yang terkena kanker hanya ujung penisnya, maka panjang penis bisa dipotong-2 3cm Tapi, jika yang kena kanker tiga perempat panjang penis, apa boleh buat penisnya bisa dipotong habis.
Karena itu secara higienis, pria yang dikhitan lebih baik dan bersih sehingga pada masa tuanya juga lebih mudah merawat pada bagian tersebut. Apalagi secara seksualitas akan lebih menguntungkan karena lebih bersih, tidak mudah lccet/iritasi, dan juga terhindar dari ejakulasi dini Khitanan juga dapat mencegah penumpukan smcgma, yaitu kotoran yang lengket berwarna putih dan berbau tak sedap yang berasal dari lemak yang diproduksi tubuh yang bercampur bakteri dan sisa-sisa urin.
Dengan berkhitan dapat mengurangi sisa-sisa kotoran di sekitar kepala penis dan lipatan kulit yang agak sempit. Smcgma pada penis tidak berbahaya bagi pria, namun justru berbahaya bagi wanita yang melakukan hubungan intim dengan pria tersebut. Data dalam sebuah jurnal kesehatan menyebutkan, kotoran smcgma dapat mengakibatkan gangguan pada rahim pasangannya. Kotoran tersebut dapat merangsang terjadinya radang dan infeksi mulut rahim.
Sumber: http://bataviase.co.id





