Bisa tidaknya Mr P bangun dapat menentukan sehat atau tidaknya senjata seorang pria. Kendati bukan tolok ukur utama, namun ereksi dapat digunakan untuk menguji alat genital kaum Adam.
Saat sukses di ranjang, bukan melulu berkaitan dengan bentuk Mr P yang besar. Namun, justru ereksi maksimal yang dapat memberikan kepuasan pada wanita.
Karena itu, untuk dapat memberikan kepuasan pada pasangan, sebaiknya pria mengetahui apakah dirinya bisa atau tidak ereksi. Caranya, dengan mengetahui kekerasan Mr P. Pasalnya organ genital itu bisa diukur lho!
"Lembek atau agak lembek. Hampir keras atau keras. Bisa diraba-raba tuh!" ujar Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, Sp.And, FAACS saat ditemui dalam acara peluncuran program Maximizing You: 10 years of MagniVicent Satisfaction dari Pfizer Indonesia.
Lantas, jika bisa diukur, apakah dengan bertambahnya umur akan mengurangi kekerasan Mr P?
"Kalau orang bertambah umur, dia tidak memperhatikan kesehatannya. Misalnya orang itu tidak tahu kolesterolnya tinggi, atau rokok berlebihan misalnya. Itu menganggu kesehatannya dan menganggu kekerasan penisnya," jelas Wimpie.
Mr P yang keras sangat memengaruhi cengkraman Miss V. Sehingga jalannya senggama bisa berjalan tanpa hambatan. Untuk itu,
Wimpie memberikan pemaparannya.
"Ketika seorang perempuan terangsang, vagina mengecil. Sepertiga vagina bagian luar menyempit, yang membesar dua per tiga bagian dalam. Ketika seorang perempuan melahirkan, vaginanya bisa melar. Jadi ukuran penis tidak menentukan. Ketika wanita terangsang, sepertiga bagian luar menyempit. Nah, di situ ia membutuhkan ereksi penis yang baik."(nsa)
Sumber:
Saat sukses di ranjang, bukan melulu berkaitan dengan bentuk Mr P yang besar. Namun, justru ereksi maksimal yang dapat memberikan kepuasan pada wanita.
Karena itu, untuk dapat memberikan kepuasan pada pasangan, sebaiknya pria mengetahui apakah dirinya bisa atau tidak ereksi. Caranya, dengan mengetahui kekerasan Mr P. Pasalnya organ genital itu bisa diukur lho!
"Lembek atau agak lembek. Hampir keras atau keras. Bisa diraba-raba tuh!" ujar Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, Sp.And, FAACS saat ditemui dalam acara peluncuran program Maximizing You: 10 years of MagniVicent Satisfaction dari Pfizer Indonesia.
Lantas, jika bisa diukur, apakah dengan bertambahnya umur akan mengurangi kekerasan Mr P?
"Kalau orang bertambah umur, dia tidak memperhatikan kesehatannya. Misalnya orang itu tidak tahu kolesterolnya tinggi, atau rokok berlebihan misalnya. Itu menganggu kesehatannya dan menganggu kekerasan penisnya," jelas Wimpie.
Mr P yang keras sangat memengaruhi cengkraman Miss V. Sehingga jalannya senggama bisa berjalan tanpa hambatan. Untuk itu,
Wimpie memberikan pemaparannya.
"Ketika seorang perempuan terangsang, vagina mengecil. Sepertiga vagina bagian luar menyempit, yang membesar dua per tiga bagian dalam. Ketika seorang perempuan melahirkan, vaginanya bisa melar. Jadi ukuran penis tidak menentukan. Ketika wanita terangsang, sepertiga bagian luar menyempit. Nah, di situ ia membutuhkan ereksi penis yang baik."(nsa)
Sumber:






